RUMUSAN HASIL MUSYAWARAH KERJA NASIONAL (MUKERNAS) DAN SEMINAR INTERNASIONAL

Asosiasi  Penerbit Perguruan  Tinggi Indonesia (APPTI)  Yogyakarta, 15-16 April 2016

Musyawarah Kerja Nasional III (Mukernas III) tahun 2016 dilaksanakan di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, tanggal 15 – 16 April 2016. Mukernas diisi dengan rangkaian acara  Pameran Buku,  Bedah Buku, Seminar Internasional, dan diakhiri City Tour. Mukernas dihadiri dan didukung oleh Menteri Ristek Dikti yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Akademik Prof. Dr. Paulina Pannen, Rektor Universitas Sanata Dharma, Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D, Ketua I IKAPI Pusat, Bapak Djaja Subagdja, Kepala Perpustakaan Nasional yang diwakili Dra. Lucya Dhamayanti, dan Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, penasihat senior APPTI.

Secara keseluruhan, Mukernas III APPTI menghasilkan beberapa kesimpulan sebagai berikut:

  • Kondisi perbukuan di tanah air masih memprihatinkan, terutama dalam produksi jumlah buku, penguatan hak cipta, rendahnya reward penulis, dan lemahnya posisi tawar sebagian besar lembaga penerbitan kampus (university press). Untuk itu, APPTI dapat menjadi organisasi profesi yang dapat memperjuangkan penguatan lembaga penerbitan kampus melalui kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk dengan pemerintah.
  • Disadari sepenuhnya bahwa APPTI dan lembaga penerbitan perguruan tinggi memiliki peran penting dan strategis dalam mewujudkan World Class University. Dukungan Kemenristek Dikti untuk penguatan penerbitan perguruan tinggi sangat diharapkan.
  • Revolusi ilmu pengetahuan yang dipicu oleh perkembangan teknologi informasi sedang berlangsung secara cepat (speed) dalam semua bidang kehidupan (space). Hal ini membawa akibat terjadinya “konvergensi” kehidupan manusia ke dalam dunia digital. Karena itu, University Press yang tergabung dalam APPTI perlu menghadirkan pengetahuan yang sesuai dengan tuntutan IPTEK.
  • Dunia kini dijejali dengan berbagai informasi yang dapat mempengaruhi bahkan menghancurkan cara berpikir, bertindak, dan berperilaku masyarakat bangsa kita. Situasi ini disebut sebagai ‘proxy war’ yang tidak bisa dilawan dengan senjata. Dunia Perguruan Tinggi diharapkan berperan dalam ‘proxy war’ dengan memproduksi dan menyebarkan ilmu pengetahuan (dapat berupa buku digital) ke masyarakat.

Rapat-rapat komisi dan pleno menetapkan hal-hal sebagai berikut:

Komisi A : Bidang Organisasi dan Pengembangan

  1. Membuat website, media komunikasi dan informasi (bulletin/majalah) APPTI pusat untuk memberikan informasi kepada anggota.
  2. Membuat Buku Panduan Pengelolaan Penerbit Perguruan Tinggi sebagi produk APPTI.
  3. Menyelenggarakan pelatihan editor, layout, penulisan buku, pemasaran, pengembangan jaringan (networking), dll. (Terfokus pada bidang tertentu).
  4. Keanggotaan APPTI harus ter-registrasi, dibuktikan dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh APPTI pusat.
  5. Pembuatan/update data base anggota.
  6. Pembentukan Korwil APPTI di masing-masing wilayah yang belum ada.
  7. Penyelesaian Korwil Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara akan dilakukan oleh formatur yang ditunjuk, yaitu: UNESA, UNAIR, dan UNEJ. (Paling lambat Oktober 2016).

Usulan Pada Sidang Pleno Komisi A

  1. Kerja sama dengan pemerintah dalam keikutsertaan pameran buku di tingkat Nasional maupun Internasional.
  2. Usulan konkrit kepada pemerintah agar keberadaan penerbit perguruan tinggi menjadi salah satu standar dalam akreditasi institusi perguruan tinggi di Indonesia.
  3. Membuat tim harmonisasi dan sinkronisasi untuk perubahan AD dan ART.
  • 2 orang dari pengurus APPTI Pusat.
  • 1 orang dari pengurus APPTI Korwil Jabodetabek-Banten.
  • 1 orang dari pengurus Korwil Jateng dan DIY.
  • 1 orang dari APPTI Korwil Jatim Bali dan Nusa Tenggara.
  • 1 orang dari anggota APPTI Aceh.
  • 1 orang dari UKI Toraja.

Komisi B : Bidang Pengembangan Bisnis

  • Pameran PIC: Bapak Elang Ilik Martawijaya
    • Sendiri skala kecil
    • E/O
    • Bersama Ikapi
  • Database Buku PIC: Bapak Edwin/PakAnton
    • Katalog Buku
    • E Book Store
    • E Lib Bersama
  • Distributor PIC: Bapak Saliman/Ibu Nina
    • Distributor buku
    • Produk Linguaphone
    • Cetak Jarak Jauh
    • Pengadaan Buku Pemerintah
  • Sertifikasi PIC: Bapak Prasetyo
    • Pembentukan Lembaga Sertifikasi
    • Program Sertifikasi
  • Koperasi PIC : Bapak Bambang Prawiro

Komisi C : Bidang Keuangan dan Kerjasama

Kegiatan Bendahara:

  1. Perencanaan Keuangan
  2. Penganggaran Keuangan
  3. Pengelolaan Keuangan
  4. Pencarian Keuangan
  5. Penyimpanan Keuangan
  6. Pengendalian Keuangan
  7. Pelaporan Keuangan

Sumber Dana:

  1. Iuran sukarela dari anggota.
  2. Uang pangkal Rp500.000
  3. Uang iuran Rp600.000 per tahun untuk anggota.
  4. Sumber lain dari sumbangan, sisa hasil anggaran event.

Pembagian Sumber Dana:

  1. Dibuatkan surat untuk rektor universitas masing-masing.
  2. Jika di daerah belum ada Korwil, membayar ke pusat.
  3. Rp1.250.000 dengan rincian untuk tahun lalu yang belum masuk.
  4. Laporan keuangan akan diberikan tahunan.
  5. Persentase uang pangkal, 50% untuk Korwil, 50% untuk Pusat. Bagi yang belum ada korwil, didistribusikan ke pusat.
  6. Persentase uang iuran 80% Korwil, 20% pusat.
  7. Persentase penerimaan dana diluar iuaran :
  8. Untuk dana tersebut didapatkan oleh pusat, rasio pembagiannya 80% pusat, 20% wilayah. Demikian pula jika dana tersebut didapatkan oleh wilayah pembagiananya 80% wilayah, 20% pusat.

Kerjasama

  1. Kerjasama dengan pemerintah pusat dan daerah.
  2. Kerjasama dengan stakeholders.
  3. Kerjasama Internasional.

Author: admin

Leave a Reply